Testimoni: Gagal Ginjal Sembuh Berkat Hafalan Al Qur’an

TESTIMONI 1:

Oleh Fadhil ZA

Usiaku sekarang sudah 66 tahun. Selama 30 tahun aku hidup hanya dengan satu buah ginjal, ketika usia 36 tahun diketahui bahwa salah satu ginjalku mengecil dan sudah  tidak berfungsi lagi. Ketika berusia 54 tahun pada tahun 2005 aku mengalami gangguan jantung koroner dan dipasang dua buah stent di jantungku.  Sejak itu aku tidak pernah berhenti mengkonsumsi obat obat jantung seperti pengencer darah dan lain sebagainya.

Kadang kala aku mengkonsumsi obat jantung sampai 5 macam , aku bertanyab pada dokter  :” dok obatnya kok banyak betul apa tidak berpengaruh pada ginjal saya ?” Tanya ku kuatir , mengingat aku hanya memiliki satu buah ginjal saja.  “Mana ada obat obatan yang tidak mempengaruhi ginjal, pasti ada efek buruknya , kita amati saja nanti “ kata dokterku.

Setelah beberapa tahun ternyata betul , perlahan tapi pasti kreatinku mulai naik dari angka normal dibawah 1,5 mm/dl mulai lebih dari 2 mm/dl.  Sekitar tahun 2014 setelah kurang lebih 9 tahun mengkonsumsi obat jantung kreatinku sudah mencapai 3,2 mm/dl. Dokterku menyarankan aku untuk berkonsultasi dengan dokter ahli ginjal.

Dokter Ahli ginjal menyarankan ku untuk mengendalikan makan , menjaga agar kadar gula dan tensi tetap stabil. Tekanan darah tinggi yang dibiarkan terus sangat berpotensi mempercepat kerusakan ginjal.  “Secara normal fungsi ginjal itu menurun 1% setiap tahunnya, saat ini fungsi ginjal kamu tinggal 30 % jika kamu bisa menjaga dengan baik insya Allah masih cukup untuk sampai tua” kata dokter ku. “Ginjal baru akan bermasalah kalau fungsinya sudah dibawah 10%  “ kata beliau menjelaskan.

Aku mulai berusaha menjaga pola makan, mengontrol dan mengukur tekanan darah dan kadar gula setiap hari. Namun apa daya sulit  sekali menjaga agar keratin darahku bisa turun atau paling tidak angkanya tidak naik. Pertengahan tahun 2017 setelah kurang lebih 12 tahun mengkonsumsi  obat untuk jantungku kreatinku sudah mencapai angka 4.7 mm/dl. Sungguh sulit untuk bertahan agar kreatinku tidak terus naik.

HAMPIR GAGAL GINJAL

Akhir tahun  2017 pada tanggal 17 November aku melaksanakan umrah selama 10 hari bersama al Hijaz Indowisata Travel dengan singgah di Istambul  Turki pada hari pertama. Kami mendarat di Bandara Attaturk Istambul jam 6.30 pagi. Setelah sarapan pagi kami  mengunjungi komplek istana Top kapi . Ketika menuju istana Top kapi jalannya menanjak dadaku terasa sakit , agaknya jantungku tidak kuat dengan  jalan mendaki itu. Aku segera meletakan cedocard yang selalu ku bawa dibawah lidah. Rasa sakit mulai lenyap. Berkeliling di istana Top kapi, Museum Hagya Sofia dan Mesjid Biru cukup melelahkan ku .

Sore hari kami kembali ke Bandara Attataturk untuk melanjutkan perjalan ke Madinah. Kami sampai di Madinah sekitar jam 1.30 malam , setelah proses pemeriksaan imigrasi kami langsung di bawa ke Hotel untuk istirahat. Jam 8 pagi kami bersiap untuk mengunjungi makam Rasulullah dan shalat di Raudhah. Efek kelelahan ketika di Turki masih terasa . Perjalanan dari hotel ke Masjid Nabawi dan Raudah yang jaraknya tidak jauh sekitar 400 m terasa amat berat bagi ku. Selama 3 hari di Madinah kami mengunjungi masjid Quba dan pasar Korma serta memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi.

Tanggal 21 November kami berangkat ke Makkah untuk melaksanakan ibadah umrah , sejak keluar hotel di Madinah kami sudah memakai kain ihram. Sebelum masuk Makkah kami singgah di Bir Ali untuk mengambil miqat dan niat ihram. Kami sampai di Masjidil Haram sekitar jam 10 malam , setelah meletakan barang di Hotel Safwah Orchid  yang terletak berhadapan dengan pintu Masjidil Haram kami berkumpul untuk melaksanakan ibadah umrah.

Istriku yang melihat aku sudah mulai kelelahan minta tolong pada ketua rombongan pak Ari  untuk mencarikan ojek kursi roda yang bisa membantuku ketika tawaf dan sa’i. singkat cerita ojek kursi rodapun sudah didapat . Aku dengan kursi roda tawaf di lantai satu masjid sedangkan istriku dan rombongan turun kebawah didekat  ka’bah, akupun berpisah dengan robongan.  Baru berjalan beberapa meter kami bertemu dengan supervisor ojek kursi roda itu, ia memanggil orang yang mendorong kursi rodaku. Terlihat mereka bertengkar sengit , entah apa yang dibicarakan aku tidak paham. Tidak lama kemudian orang itu kembali kepadaku dengan muka masam ia menyuruh ku turun . Ia meninggalkan ku sendiri dalam keadaan bingung. Aku sudah terpisah dari rombogan sedangkan badanku terasa amat letih.

Berbekal pengalaman menunaikan ibadah haji pada tahun 1995 yang lalu aku berusaha menyelesaikan ibadah tawaf dan sa’i seorang diri.  Akupun turun kebawah mendekati ka’bah dan mulai melakukan putaran tawaf.  Dengan tertatih tatih akhirnya aku berhasil menyelesaikan 7 putaran. Aku melanjutkan berjalan ke bukit Safa , badanku terasa semakin letih.  Hatiku agak kecut ketika selesai satu kali perjalanan ke bukit Marwah. Aku terasa letih sekali , aku minum air zamzam dan duduk menghilangkan lelah . Dengan susah payah aku melanjutkan perjalanan kembali ke bukit Safa , demikian seterusnya jika capek aku berhenti dan duduk ditepi.  Pada putaran ke tiga di di bukit  Marwah  aku bertemu ketua rombonganku . Ku Tanya ia sudah putaran keberapa dijawabnya sudah putaran ke lima. Ternyata aku tidak tertinggal terlalu jauh dengan rombongan istriku. Dengan susah payah akhirnya aku berhasil menyelesian sa’i putaran ketujuh di bukit Marwah .

Selesai Sa’i kami berkumpul kembali di depan ka’bah menanti saat sholat subuh. Selesai shalat subuh kami kembali ke hotel untuk istirahat. Badanku terasa amat letih ketika sarapan pagi aku tidak begitu selera, aku hanya makan beberapa potong roti dan minum susu. Ketika berangkat umrah aku sudah berniat untuk banyak shalat dan ibadah didalam masjid Haram kalau bisa selalu didepan Ka’bah. Ternyata aku tidak bisa melaksanakan niatku itu badanku terasa amat letih , aku juga tidak selera dengan makanan yang disediakan hotel. Aku lebih banyak mengkonsumsi korma yang ku beli dari Medinah.  Ketika berkunjung dan ziarah ke bukit Uhud, Gua tsaur, masjid kiblatain aku hanya keluar tidak jauh dari bus yang membawa rombongan.

IMG_20171125_171654_HDR

 

 

 

 

 

 

Tanggal 25 November kami bersiap untuk ke Jedah dan kembali ke Jakarta melalu Turki. Di Jedahpun aku tidak turun dari bus . Ketika sampai dibandara aku minta ketua rombongan mencarikan kursi roda  aku merasa letih sekali untuk berjalan. Alhamdulilah kursi roda bisa didapat dan akupun memasuki ruang imigrasi sampai kepesawat dengan kursi roda itu.  Ketika turun pesawat di cengkareng ternyata dipintu pesawat sudah tersedia kursi roda dan petugas yang melayaninya. Aku betul betul sudah sulit berjalan, kakiku terasa sakit. Akhirnya aku keluar bandara dengan kursi roda sampai berjumpa dengan anak anaku yang datang menjemputku.

Sampai dirumah aku belum mau makan, sampai beberapa hari aku hanya makan bubur sumsum dan cincau selain itu aku tidak selera. Aku berfikir mungkin jantungku ada masalah hingga aku jadi lemah seperti ini. Tanggal 30 november  aku periksa lab selanjutnya hasil lab ku bawa ke dokter jantung yang merawatku di RS Harapan Kita. Setelah melihat hasil lab dokterku berkata :” Bapak ini masalahnya bukan di jantung tapi ginjal bapak yang bermasalah kreatinya sudah 9.8 mm/dl , bapak harus segera ke dokter ahli ginjal “ . Aku terkesiap dan mulai cemas .

Akupun menghubungi RS Premnier Jatinegara minta dijadwalkan bertemu dr Maria yang selama ini menangani masalah ginjalku pada tanggal 7 Desember 2017. Aku dapat jawaban beliau sedang cuti sampai tanggal 12 Desember nanti, aku jadi bingung , mau ganti dokter lain kuatir nanti salah analisa. Aku masih trauma dengan masa laluku ketika dokter ahli bedah ginjal menyatakan bahwa ginjal kiriku yang mengecil dan tidak berfungsi itu harus dioperasi. Setelah aku konsultasi dengan klinik Sidabutar di Rawamangun beliau mengatakan tidak perlu dioperasi biarkan saja itu. Dan ternyata sampai saat ini sudah 30 tahun ginjal kiriku itu tidak jadi masalah.

Aku mulai browsing di internet tentang orang yang gagal ginjal sebagian besar tanda tanda gagal ginjal sudah aku rasakan: Tidak mau makan, selalu mual mau muntah, badan lemah , kalau duduk lama terasa pusing, berjalan sempoyongan . Aku masih merasa ada harapan karena kakiku belum bengkak, dan urin ku masih bisa sekitar 600 ml perhari. Jika kaki sudah bengkak dan urin tidak lebih dari 200 ml perhari , tidak ada jalan lain mengatasi nya selain cuci darah. Aku mulai menghubungi  temanku yang sudah cuci darah sejak 5 tahun yang lalu tapi masih kelihatan segar. Dia mengatakan :” Kamu harus semangat, cuci darah bukan berarti sudah finish, kita masih bisa berkativitas seperti biasa . Aku sudah 5 tahun cuci darah dua kali seminggu setiap hari Rabu dan Sabtu , aktivitasku sebagi kontraktor tetap jalan “ katanya memberi semangat padaku.

BACAAN QUR’AN YANG MENYEMBUHKAN

Keadaanku amat lemah , aku hanya berbaring ditempat tidur. Aku sudah mendaftar ulang ke RS Premier Jatinegara minta dijadwalkan bertemu dr Maria hari kamis tanggal 14 Desember. Aku mulai cemas, serasa ajalku sudah dekat. Aku ingat semua dosa dan kesalahanku. Aku mulai membaca surat yang sudah kuhafal selama ini surat Yasin, surat Al Waqiah, Al Insan, Al Fajar . An Naba. Al Mutafifin, al Insyiqoq dan surat pendek lainnya.  Setiap membaca surat surat Al Qur’an itu aku hayati maknanya . Aku selalu menangis ketika membacanya.

Aku bertekad untuk menyelesaikan hafalan surat As Sajdah yang baru ku hapal sampai  ayat ke 17 , alhamdulilah hanya dua hari akun bisa menyelesaikan hafalan surat as sajdah  sampai ayat 30. Sehari hari aku hanya membaca surat Al Qur’an yang sudah ku hafal dan menambah hafalan surat As Sajadah dan Al Muzammil. Setiap selesai membaca Qur’an aku merasa seperti ada sesuatu yang merayap disekujur tubuhku, badankupun terasa lebih enak.

Untuk membersihkan ginjal dan racun kreatin ditubuhku aku membuat jamu yang kuramu sendiri. 3o tahun yang lalu aku pernah mengalami gangguan batu ginjal dan tidak mau makan seperti sekarang ini. Aku masih ingat ramuan yang kubuat waktu itu.  Ku suruh anaku membeli Daun kumis kucing, daun meniran, daun pegagan, akar alang alang dan temu lawak masing masing 5 ribu rupiah pada warung bahan jamu dipasar dekat rumahku.Masing masing segenggam daun kumis kucing, daun meniran, daun pegagan, akar alang alang , dan beberapa iris temulawak digodog dibelanga tanah yang baru dibeli anakku.  Satu belanga air godogan jamu itu direbus hingga tinggal separu. Aku minum 3 kali satu gelas setiap hari.  Setelah beberapa hari minum godogan itu terasa kondisiku mulai membaik. Urinku keluar semakin banyak pernah mencapai 3 botol 660 ml sejak bangun tidur jam 3 pagi sampai tidur lagi jam 10 malam. Aku mulai optimis karena urinku masih cukup banyak sampai 1.8 liter perhari.

Pada tgl 13 Desember aku sudah mulai mau makan sup ayam yang dibuat istriku. Tanggal 14 Desember  aku diantar supirku ke Rs Premier , setelah berkonsultasi dengan dr Maria aku disuruh untuk periksa lab kembali dan dijadwalkan untuk periksa lab dan kedokter Maria kembali hari selasa tanggal 19 Desember.

Dirumah aku terus membaca surat yang kuhafal setiap sore sebelum dan sesudah magrib menjelang isa, menjelang tidur dan sesudah shalat subuh . Pagi hari aku menghafal surat As sajdah dan surat al muzammil. Aku merasa setiap selesai membaca Qur’an seperti ada sesuatu yang mengalir diseluruh tubuhku. Selesai shalat aku membaca doa nabi Yunus yang yang mohon ampun atas dosa dan kekeliruannya meninggalkan umatnya hingga ia dimakan ikan paus.  “ Ya hayyu ya qoyyum . laa ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minazolimin…….wahai Tuhan yang hidup dan berdiri sendiri, tidak ada tuhan selain Engkau maha suci Engkau sesungguhnya aku termasuk orang yang zolim “ doa itu terus aku baca berulang ulang sambil bercucuran air mata mohon ampun atas semua kesalahan dan kelalaianku selama ini. Allah telah memberiku kemampuan cepat menghafal Qur’an tapi aku tidak mau memanfaatkannya untuk menambah hafalan ku . Aku telah menyia nyiakan nikmat dan amanah yang diberikan Allah padaku. Selama sakit aku mampu menghafal 13 ayat terakhir dari surat assajdah selama dua hari.

Keadaan terasa semakin membaik , aku sudah mau makan. Badanku mulai bertenaga , akupun sudah mulai mencoba untuk shalat di masjid dekat rumahku. Pada tanggal 19 Desember aku diantar supir ke Kantorku di  PLN  Gambir untuk meminta pengantar pemeriksaan ke lab dan ke RS premier . Dari Gambir aku langsung ke RS Premier untuk periksa lab . Selesai ambil darah yang pertama aku dapat kupon untuk makan dikantin, dua jam setelah makan aku harus kembali ke lab untuk diambil darah lagi. Jam 12 dua jam sesudah makan aku kembali ke lab untuk diambil darah yang kedua . Petugas yang mengambil darahku terlihat agak cemas dan bertanya padaku :” Apakah bapak sedang sakit ginjal? “  . Kujawab :”Ya memang kenapa ?” . “Kreatin bapak tinggi bapak harus segera ke dokter “ katanya . “ Berapa”  kataku .  “Kreatin bapak 4 ml/dl katanya “.  Aku terkejut dan heran mendengar itu:” Alhamdulilah “ kataku :” Minggu kemarin kreatin saya 10 sekarang sudah 4 , Alhamdulillah bisa turun “ Kataku lagi.

IMG_20171220_133825_HDR

 

 

 

 

 

 

 

Sore hari aku bertemu dokter Maria , setelah  melihat kreatin ku dia berkata :” Dramatis sekali bisa turun kembali “ .  “ Tapi hb bapak rendah hanya 7.4 saya sarankan untuk pemulihan bapak harus transfusi darah hingga minimal nilai hbnya 10” kata dokter Maria . “Kalau hanya mengandalkan asupan makan butuh waktu yang lama , dikuatirkan  kalau drop lagi sulit ditolong “ Kata dokter itu menjelaskan. Akhirnya aku setuju langsung masuk ruang perawatan hari itu untuk proses transfusi darah. Satu hari ditambah darah satu kantong, selama tiga hari tiga kantong dan alhamdulilah hb ku sudah naik jadi 10, badan pun terasa jadi segar. Tanggal 23 Desember aku kembali kerumah, alhamdulilah aku lolos dari penyakit gagal ginjal yang menyergapku. Aku sungguh takjub hanya beberapa hari kreatinku bisa turun dari 9.8 menjadi 4.00 padahal selama ini aku menurunkan dari 3.2 ke kepala dua tidak pernah bisa bahkan malah naik jadi 4.7.

Obat yang kumakan hanya jamu yang kubuat sendiri , rasanya sulit dipercaya bisa menyembuhkan secepat itu. Setelah ku renung aku yakin semua ini adalah berkah dari ayat ayat Qur’an yang selalu ku baca setiap hari. Al Qur’an adalah obat segala penyakit sebagaimana disebutkan didalam surat Al Israk ayat 82.

82. Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian (Al Israk 82)

Selama ini aku hanya tahu ayat Qur’an bisa menyembuhkan penyakit non medis yaitu penyakit yang muncul akibat gangguan jin atau sihir. Aku sudah biasa merukyah orang yang mengalami penyakit non medis hingga sembuh. Tapi belum yakin kalau digunakan untuk mengobati penyakit medis . Sekarang aku mengalami sendiri bahwa penyakit medis murni juga bisa disembuhkan dengan membaca dan mendengarkan ayat ayat Qur’’an.

Bagi saudara dan teman yang sedang menderita berbagai penyakit medis seperti jantung koroner, ginjal, lever, maagh akut, kanker, tumor, kista dsn lain sebagainya, disamping pengobatan medis bacalah atau dengarkan Al Qur’an setiap hari dan harapkan kesembuhan pada Allah.  Kalau belum bisa membacanya dengan baik   dengarkan saja ayat qur’an itu . Anda bisa membeli “SPEAKER QUR’AN  “ yang banyak dijual secara online , anda bisa memilih ayat ayat qur’an yang anda sukai untuk menjadi obat. Seluruh ayat Qur’an itu adalah obat bagi berbagai penyakit.

Beberapa surat Qur’an yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit jika didengar berulang ulang selama sakit antara lain :

surat 32 as sajdah , Surat 36 yasin,  surat 55 Ar Rahman, surat 56 Al Waqiah, surat 57 Al Hadit, surat 67 Al Mulk,    surat 73 Al Muzammil,  surat 76 Al Insan (Ad Dahr) , surat 78 An Naba. Surat 79 An Nazi’at, surat 83 al infithar, surat 87 Al A’la, surat 88 Al Ghosyiah, Aurat 89 Al Fajr

Silahkan didengar dan hayati semua surat diatas dengan memahami maknanya, anda bisa mendengar ayat ayat Qur’an dari Misyari Rasyid yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa lIndonesia pada speaker qur’an tersebut.  Anda bisa membelinya secara online DISINI . Anda juga bisa memilih qori lainnya seperti imam As Sudais, Hani Rifai , Matrud  dll.

 

whttp://www.fadhilza.com/2017/12/kesehatan/gagal-ginjal-sembuh-berkat-hafalan-quran.html

TESTIMONI 2: 

PENGALAMAN MERUQYAH GAGAL GINJAL

Bismillaah…
Suatu malam, kami di datangi orang untuk dimintai tolong meruqyahkan ibunya yang sedang sakit berbaring di rumah dengan kondisi sangat lemah tak bergerak. Kamipun berangkat dengan berboncengan naik Motor. Setibanya dirumah pasien ternyata keluarga sedang berkumpul, dikarenakan sang ibu yang sakit besoknya akan dibawa ke Semarang untuk CUCI DARAH karena sang ibu menderita sakit GAGAL GINJAL. Kami lihat sang ibu yang usianya sekitar 60 th itu Sudah tidak bisa komunikasi lagi karena sangat lemahnya. Dalam kondisi masih di infus, akhirnya kamipun membacakan Ruqyah dari awal sampai selesai. Tidak ada reaksi sama sekali, kamipun berpesan pada keluarga semoga Allah memberikan yang terbaik bagi sang ibu.
Akhirnya kamipun pulang dengan bebrboncengan motor sama si penjemput tadi. Namun dalam perjalanan dia, yang mengantar kami pulang mengatakan: “Ustadz tadi ketika ustadz meruqyah ibu saya kok melihat sesuatu bayangan KELUAR dari tubuh ibu, apa itu ustadz ?” sayapun menjawab santai, “mungkin itu yang MENGGANGGU ibunya keluar, mudah²an Allah memberikan kesembuhan pada ibunya, aamin”. Akhirnya kamipun sampai dirumah.
Selang beberapa hari kami mendapat kabar dari keluarga dan bercerita: “ustadz alhamdulillah, setelah ibu di Ruqyah ketika itu, pagi harinnya ibu buang kotoran tidak seperti biasanya, sangat hitam. Namun setelah itu ustadz, ibu LANGSUNG bangun dan SEHAT seperti tidak pernah sakit sebelumnya. Dan akhirnya kamipun TIDAK jadi ke Semarang untuk cuci darah.
Alhamdulillah, laa haula walaa quwwata illaa billaah, Allah telah menjadikan Al Quran sebagi Syifa/obat.

 

Kisah Nyata Ruqyah Sembuhkan Penyakit Misterius

Kisah-kisah Nyata Seputar Pengaruh Positif Ruqyah Syar’iyyah

A.Tak Sadarkan Diri (Koma)

Ada seorang wanita yang selalu pingsan dalam setiap momentum yang membahagiakan, seperti hari raya atau hari pernikahan. Ia merasa lehernya tercekik dengan rasa sakit yang berkepanjangan, kadang menguat dan kadang melemah di hari-hari berikutnya.

Tatkala dibacakan ruqyah kepadanya, ia menuduh salah seorang kerabat wanitanya. Maka sang peruqyah menyuruhnya untuk segera mengambil sesuatu bekas dari wanita yang dicurigai tersebut tanpa sepengetahuannya dan tetap berbaik sangka kepadanya, namun ia tidak melakukannya. Sehingga dalam salah satu pesta pernikahan putrinya, ia pingsan lagi di aula pernikahan.

Ia dibawa dengan mobil ambulan menuju slah satu rumah sakit khusus. Ia dimasukkan ruang gawat darurat (ICU) untuk diperiksa tentang penyakit komanya yang sangat kronis dan membuat orang putus asa. Pesta pernikahan pun ditunda.

Salah seorang dari putrinya mengambil sisa makanan dari wanita yang tertuduh itu dan meletakkannya dalam botol air. Kemudian ia masuk ruang ICU dan meletakkan beberapa bekas wanita itu ke mulut ibunya. Tiba-tiba terjadilah peristiwa yang sangat mengagetkan.

Sang ibu yang koma tersebut tiba-tiba terbangun dari sadar dan duduk di sisi ranjang sambil batuk-batuk dengan suara yang keras, sehingga para suster dan dokter wanita dari negeri inggris itu tercengang, dan mereka pun menyalaminya.

Sang ibu yang koma tersebut tiba-tiba terbangun dari sadar dan duduk di sisi ranjang sambil batuk-batuk dengan suara yang keras, sehingga para suster dan dokter wanita dari negeri inggris itu tercengang, dan mereka pun menyalaminya.

Dan akhirnya…ia boleh keluar dari rumah sakit pada hari itu dalam kondisi kesehatan prima, dan dokter wanita itu pun menutup buku catatab rawat pasiennya dengan mengatakan, “Kadang-kadang tubuh dapat mengobati dirinya sendiri secara otomatis.” Maha Suci Allah.

B.Stroke 

Seorang lelaki datang menggendong anak lelakinya dalam bungkusan selimut. Ia mengatakan kepada peruqyah, “Aku telah pergi ke berbagai Negara untuk menyembuhkan anak lelakiku ini dengan berbagai macam pengobatan.

Aku telah menghabiskan tenaga, harta dan waktu tanpa hasil. Pusat-pusat medis telah menetapkan bahwa strokenya tidak mampu disembuhkan dengan penanganan medis. Maka peruqyah memulai dengan bacaan ruqyahnya (berniat untuk menyembuhkan pasien dan memberi hidayah jin yang merasukinya). Kemudian ia bertanya kepada anak lelaki tersebut, “Apakah engkau dapat mengarahkan tuduhan kepada seseorang (yang menyebabkan ‘ain)?” Sebagai upaya aplikasi hadist Nabi, “Siapakah orang yang kalian arahkan tuduhan kepadanya,” Sang anak menjawab, “Pada kesempatan ini, aku tidak berfikir kecuali ayahku ini saja.” Sang ayah menjawab dengan penuh keheranan, “Apa mungkin aku menyebabkannya terkena pengaruh ‘ain, padahal aku telah memfokuskan waktuku untuknya?” Peruqyah berkata, “Pengaruh ‘ain bisa muncul dari orang yang paling dekat dan paling dicintai.

Tidak mesti berasal dari orang yang dengki lagi benci kepada nya. Tapi tatkala seseorang diceritakan dengan nada sanjungan tanpa disertai mengingat Allah, biasanya setan datang, berdasarkan sabda Nabi, “Pengaruh ‘ain itu benar adanya, dan dibawa oleh setan.”

 berdasarkan sabda Nabi, “Pengaruh ‘ain itu benar adanya, dan dibawa oleh setan.”

Setan tidak mengetahui niat baik orang yang sedang menceritakan, tapi ia mengetahui apakah orang itu berdzikir kepada Allah atas cerita itu, atau orang yang diceritakan membentengi dengan dzikir atau lainnya, sehingga setan tidak mampu membidik orang yang menjadi obyek pembicaraan. Ini berdasarkan sabda Nabi,

“Penutup antara aurat manusia dan jin adalah bacaan bismillah.” (HR. At-Tirmidzi, Ash-Shahihah no.606)

Akhirnya pengambilan bekas dari ayahnya dilakukan dengan cara membuat secangkir the. Setelah sang ayah minum the tersebut, sang anak pun langsung meminumnya. Toba-tiba terjadilah hal yang mengagetkan! Sang anak mulai bergerak-gerak diluar kehendaknya. Ia mulai meluruskan kakinya ke tanah dan berdiri dengan susah payah sedikit demi sedikit, serta menggerakkan seluruh anggota tubuhnya. Ia mulai berjalan beberapa langkah dan terjatuh, tapi dapat berdiri lagi! Sang ayah menangis haru, seraya berkata, “Aku jadi ingat tatkala datang beberapa tamu dua tahun lalu, aku  menyanjung anakku ini lantaran bagusnya sambutannya kepada para tamu.

Waktu itu aku mengatakan, “Demi Allah, tidak ada yang bermanfaat untukku kecuali anakku ini saja!” Aku tidak berdzikir kepada Allah! Setelah itu, ia merasa lemah sekali sehingga mengalami stroke selama dua tahun. Tidak ada seorang dokter pun yang diceritakan kepadaku (tentang keahlian pengobatannya) kecuali aku pergi mendatanginya, baik di dalam atau di luar negeri.”

Akhirnya, sang ayah berterima kasih kepada peruqyah seraya berkomentar tentang dirinya sendiri, “Pembawa penyakit dengan selendangnya.” (artinya, ia mencari-cari penyembuhan padahal penyembuhnya ada bersamanya, sebab ialah penyebab penyakit tersebut). Anak itupun berjalan sambil membawa selimutnya yang sebelumnya digunakan untuk menggendongnya. Bagi Allah segala pujian dan kenikmatan.

 

C.Penyakit Misterius

Kami mengisahkannya secara singkat dengan beberapa gambaran hasil chek upnya. Penderita mengatakan, “Sejak sepuluh tahun yang lalu aku menderita penyakit ginjal yang parah sampai aku kencing darah  (semoga Allah memuliakan kalian). Aku konsultasi ke rumah sakit terbesar yang ada, dan aku menerima hasil pemeriksaan yang dilampirkan. Salah seorang dokter berkata kepadaku dengan ungkapan yang tegas, “Penyakit ini tidak ada obat penyembuhannya, tidak ada faktor-faktor pemicunya yang dikenal oleh ilmu medis!! Penyakit ini disebut IGA. Engkau pulang saja ke rumah, dan tetap berada di bawah monitor (pengawasan), sebab tidak ada seorang pun yang selamat dari penyakit ini. Biasanya penderita penyakit ini akan menimbulkan gagal ginjal dengan segera. Semoga saja itu tidak terjadi.”

Setelah itu, dunia terasa menghimpitku kecuali hanya keluasan rahmat Allah saja yang memberiku harapan. Maka aku menjumpai Syaikh Abdullah As-Sadhan- semoga Allah membalasnya dengan kebaikan-untuk meminta diruqyah. Maka beliau berkata, “Aku akan membacakan kepadamu beberapa ayat Allah (Al-Qur’an), dan Allah akan menyembuhkanmu insya Allah. Aku akan membacakan kepadamu dengan niat mengharap kesembuhan dan ittiham (tuduhan) sebagai cerminan pengamalan hadist Nabi yang shahih,“Siapakah orang yang engkau arahkan kepadanya tuduhan?”

ittiham (tuduhan) sebagai cerminan pengamalan hadist Nabi yang shahih,“Siapakah orang yang engkau arahkan kepadanya tuduhan?”

Di tengah proses pembacaan ruqyah, beliau menanyaiku beberapa pertanyaan, diantaranya, “Apakah engkau pernah menyangka seseorang telah menceritakan tentangmu dengan suatu komentar? Apakah engkau ingat satu kejadian atau kesempatan, atau mimpi sebelumnya? Apakah terbetik dibenakmu sosok orang ketika berlangsung pembacaan ruqyah, yang dianggap menyebabkan dirimu tertimpa pengaruh ‘ain, yang tidak pernah lepas dari benakmu? Ini beberapa petunjuk yang tidak bias dipastikan. Tap bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan dengan tetap disertai persangkaan yang baik kepada semua orang, dan mengambil bekas dari mereka.”

Setelah beberapa pertanyaan ini, aku menuduh beberapa orang. Maka aku mengambil bekas dari mereka. Ternyata pendarahan berhenti dengan cara yang tiba-tiba dan keluahn masih ada. Setelah ruqyah yang kedua kali di hari berikutnya, aku melihat beberapa orang lain, maka aku mengambil bekas dari mereka, dan alhamdulillah keluhan sakit sirna seratus persen. Sesudah itu, aku melakukan chek up darah, dan hasilnya 70% lebih baik. Setelah pembacaan ruqyah ketiga kali dan chek up darah yang ketiga kalinya, penyakit itu lenyap secara tuntas.

Kondisiku pun normal kembali. Oleh karena itu, aku nasehatkan kepada saudara-saudaraku yang sedang sakit untuk menggunakan ruqyah syar’iyyah (penyembuh yang substansial) yang telah dilupakan, dan kepada para peruqyah hendaknya melakukan dengan niat yang ikhlas.

( sumber: Sembuhkanlah penyakitmu dengan Ruqyah Syar’iyyah, Abdullah Bin Muhammad As-Sadhan)

Hamil Setelah 7 Tahun Mandul, Keterangan Peruqyah Mengejutkan

Saat berceramah di Masjid An-Nuur Jagalan Malang Jawa Timur pada Jum’at (23/3/18) malam, Ustadz Abdul Somad Lc MA menyampaikan satu kisah mengejutkan.
Ialah yang dialami sepasang suami istri. Sudah menikah selama 7 tahun, keduanya belum dikaruniai keturunan.
Berbagai cara penyembuhan dilakukan, termasuk beberapa pengobatan tradisional dan herbal. Tak lupa, sepasang suami istri ini juga melakukan terapi ruqyah.
“Lama tidak punya anak, kemudian diruqyah. Istrinya diruqyah. Suaminya juga.” kata Ustadz Abdul Somad mengisahkan.
Setelah diruqyah, alhamdulillah sepasang suami istri ini dikarunia anak oleh Allah Subhanagu wa Ta’ala.
“Ternyata punya anak setelah 7 tahun gak punya anak.” lanjutnya mengisahkan.

Keterangan Mengejutkan

Ahli ruqyah yang melakukan terapi kepada sepasang suami istri ini pun menceritakan. Menurutnya, sang istri tidak hamil selama tujuh tahun karena setan menghalangi sampainya cairan sperma ke sel telur.
“Ternyata, kata ahli ruqyah, itu karena sperma dan sel telur gak pernah ketemu karena dihadang setan.” kata Ustadz Somad menirukan keterangan peruqyah.
“Setelah setan kabur, sperma dan sel telur ketemu. Sekarang punya anak.” terang Ustadz Abdul Somad.

Kuasa Allah Ta’ala

Ustadz Somad meyakinkan para jamaah, mudah bagi Allah untuk memberikan keturunan kepada hamba-hamba-Nya. Sebagaimana yang terjadi pada Nabi Ibrahim ‘Alaihis salam dan istrinya, Sarah.
Sebagaimana disebutkan dalam banyak kitab sirah, Nabi Ibrahim baru ditaqdirkan memiliki anak pada usia 99 tahun dan Sarah sudah divonis mandul.
“99 tahun, istrinya divonis mandul, Allah hanya ingin melihat kesabaran Sarah dan Ibrahim.” pungas Ustadz Abdul Somad. [Tarbawia]
images (34)

TATA CARA RUQYAH MANDIRI SUPAYA CEPET MENDAPATKAN KETURUNAN YANG SHOLEH DAN SHOLEHAH.

DOA ketika berhubungan intim:

بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنِى الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

BISMILLAH ALLAHUMMA JANNIBNIS SYAITHAN WA JANNIBIS SYAITHAN MA RAZAQTANA
Artinya :

Dengan menyebut nama Allah, ya Allah, jauhkanlah syetan dari saya, dan jauhkanlah ia dari apa yang akan Engkau rizkikan kepada kami (anak, keturunan).

Sholat mutlak 2-4 Roka’at (QS:Al Baqarah :153)

dan baca ayat berikut ketika meruqyah.

dan baca surah Ali Imran ayat, 38,mariyam, 4,5,6,Ash Shaffat, 100.

Tekhniknya sebagai berikut:

1,Kita ambil wudhu dulu dengan sempurna,

2,Lakukan setiap selesai sholat 5 waktu

3,Duduk dengan santai perbanyak istighfar dan sholawat lalu berdoa

4,Lalu lakukan ruqyah mandiri dengan memegang perut bagaian   bawah sambil di putar putar berlawanan dengan jarum jam sambil membaca ayat ayat ruqyah, setiap selesai membaca di tiupkan ke perut,

5,Bisa di bantu dengan herbal yg sudah di ruqyah,
seperti Madu, minyak habat, minyak zaitun dan air zam zam,

( jus tomat,wortel dan aple hijau masing masing dua biji jadi dua gelas di minum ileh suami dan istri,)

Suami di perbanyak makan buah semangka.(kanduang buah semangka bisa di lihat di gogle)

6,Perbanyak istighfar dalilnya (QS Nuh :10-11-12)

7,Perbanyak sedekah

8,Perbanyak sholat tahajud dan duha

9,banyak bersyukur atas nikmat yg telah Allah swt, berikan kepada kita

10,hindari setres,perbanyak dzikir dan baca Al Qur’an

insyaallah kalau di lakukan dengan sungguh sungguh dan istiqomah akan cepet mendapatkan hasilnya,
karena  tidak mungkin ayat Al Quran itu bohong(dusta),

jadi kalau ada orang yang di  ruqyah menggunakan ayat ayat Al quran tapi tidak mendapatkan sembuh bukan berarti Ayat Al qurannya yg salah tapi diri kita yg masih banyak kesalahan dan dusta dan dosa

karena Al quran itu syifa, petunjuk dan rahmat, dan tidak ada keragu raguan di dalamnya,sebagai mana yg telah Allah swt sebutkan:

ذَٰلِكَ ٱلْكِتَٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ ﴿٢﴾

“2. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,”

(Q.S.2:2)

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدْ جَآءَتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَآءٌ لِّمَا فِى ٱلصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ﴿٥٧﴾

“57. Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.”

(Q.S.10:57)

وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارًا ﴿٨٢﴾

“Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.”

(Q.S.17:82)

Selamat menjalankan dan mempraktekan semoga doa antum di denger dan di kabulkan oleh Allah swt.

whttp://www.quranic-healing.com/2017/03/tata-cara-ruqyah-mandiri-supaya-cepet.html?m=0

Kisah Nyata Ruqyah Sembuhkan Kanker

*”Ya Allah…sakit sekali tulangku…linu sekali…rasanya sakit sekali, kanker tulang ini”*

Oleh : Ust. Abu Zaky Dwi Istanto

Seseorang menghubungi saya dan meminta saya utk meruqyah seorang santri penghafal Alqur’an di sebuah lembaga pendidikan Tahfidz Qur’an di Pondok Gede. Dg keluhan kanker tulang. Diagnosa di keluarkan oleh sebuah rumah sakit ternama

Segera saya datang ke pesantren tsb. Saya mundurkan semua janji yg sudah di buat krn ada penghafal qur’an yg sedang sakit. Untuk saya penghafal Qur’an adalah prioritas utama, karena Saya paling tidak tega melihat ada orang yg terhambat dalam menghafal ayat2 suci Allah, karena penyakit atau kebutuhan hidup yg lainnya. In syaa Allah akan saya bela2in utk datang dan membantu santri tsb, dimana saja, sekemampuan saya.

Setelah saya bertemu, benar saja, anak itu terkapar di kamarnya tidak dapat bangun dan hanya menahan sakit linu yg tidak tertahankan pada tulangnya.

Dalam hati saya berkata, “Ya Allah berat sekali ujian keimanan anak ini…di saat anak seusiamu sedang memburu sekolah menengah atas yg paling bonafit, tapi engkau wakafkan jiwa dan ragamu utk menghafal Alqur’an. Dan sekarang engkau sedang terkapar karena Allah Yg Maha Kuasa sedang menguji cintamu kpd Nya, agar benar2 murni cintamu dan niatanmu dalam menghafal Alqur’an Lillahita’alaa semata”.

Tak terasa air mata ini menetes.

“Siapa nama kamu nak…berapa usiamu…darimana asal mu”, tanya saya.

“Ahmad Ustadz…15 tahun…saya dari desa terpencil di propinsi sumatra *****”, jawabnya.

“Apa yg kamu rasakan saat ini?”. Tanya saya

“Ustadz, linu sekali tulang2 persendian…linu sekali…linu-linu semua tulang saya…tolong bantu saya ustadz.” Ahmad menjawab sambil menahan rasa sakitnya.

“In syaa Allah nak, saya bimbing utk ruqyah dan kita berdoa bersama agar Allah angkat semua penyakitmu. Karena bagi Allah mengangkat penyakit apapun sangat mudahnya”, kata saya.

“Ahmad, adakah kamu pernah teringat ucapan2 orang2 terdekat kamu atau siapapun yg suka memuji atau mengucapkan kata2 yg tidak baik yg di utarakan ke dirimu”, tanya saya.

” Ada ustadz, yaitu ucapan kedua orang tua saya. Selama saya sekolah dan mendapatkan nilai rendah, mereka selalu mengucapkan ‘kamu anak tidak berguna, mau jadi apa kau dewasa nanti’..”. Kata ahmad

“Tapi ustadz saya menyadari, kalau perkataan mereka utk kebaikan saya”, kata ahmad sambil sesekali meringis kesakitan.

“Ya Allah, sudah dekatkah datangnya kiamat…karena ternyata ada diantara hamba Mu yg tidak dapat mengontrol ucapannya, yg mereka tujukan kpd buah hati mereka, buah cinta pernikahan mereka, yang mereka anggap ucapannya sebagai motivasi. padahal itu adalah ‘ain yg terlontar kepada anaknya…Ya Allah, sadarkan orang tua Ahmad, beri hidayah Mu.” ucap saya dalam hati.

“Ahmad cita2nya apa?” tanya saya.

Diapun menjawab ” Memberikan jubah utk orang tua saya di saat semua manusia tidak berpakain, di padang mahsyar nanti”.

Allahu Akbar…Allahu Akbar…Allahu Akbar

“Ya Allah mulia sekali cita2mu nak. di balik kekerasan orang tuamu, engkau memiliki hati yg bersih dan tulus, kau abaikan perlakuan orang tuamu dan kau pertahankan pendirianmu utk mengejar cita2 mu, menghafal Alqur’an meskipun harus jauh dari kampung halaman”. Ucap saya dalam hati.

“Ahmad saya akan membimbing kamu utk Tazkiyah, bisa ya”, tanya saya.

“In syaa Allah saya akan mengikuti ustadz”, jawabnya.

Sayapun memulai tahapan2 tazkiyah utk membersihkan sampah2 dalam hati kita, karena bila sampah ada dalam diri kita maka lalat pasti datang utk mengerumuni sampah itu.

Tahapan itu adalah
1. Niat ikhlash krn Allah
2. Bersyukur kpd Allah
3. Bertaubat kpd Allah
4. Menerima Taqdir Allah
5. Memaafkan manusia

“Ahmad sayang sama orang tuanya?”. Tanya saya.

“Sayang sekali ustadz, bagiku orang tuaku adalah pelita hatiku. Orang tuaku adalah kehormatanku”, jawabnya

“Kalau gitu kita do’a sama2 ya” kata saya.

“Ya Allah kami bersyukur atas nikmat yg Engkau berikan kpd kami, berupa
Orang tua kami yg baik…orang tua yg telah berjuang dg susah payahnya saat mengandung kami….orangtua yg telah berjuang dg susah payahnya, saat melahirkan kami”

“Ya Allah ampunilah kedua orangtua kami…berikan kpd orang tua kami, khusnul khatimah….dan jangan engkau biarkan orang tua kami merasakan sakit ketika nyawanya terlepas dari tubuhnya.”

“Ya Allah, kami ridhai orangtua kami. Kami maafkan, orangtua kami….seburuk apapun ucapan orangtua kami…seburuk apapun perlakuan mereka terhadap diri kami…Ya Allah hari ini kami maafkan….tidak ada keberatan dalam hati kami sedikitpun, utk memaafkan mereka, utk meridhai mereka…kami ridhai ucapan dan perbuatan mereka…seberat apapun ucapan dan perbuatan mereka….kami maafkan.”.

“Ya Allah, jika hari ini masih ada dalam hati kami kebencian terhadap mereka…Ya Allah hari ini kami hilangkan kebencian itu…Ya Allah berikan kpd mereka Husnul Khatimah”.

“Ya Allah dengan kebesaran Mu…dengan ke Agungan Mu, yg jiwa kami berada di tangan Mu… jika selama ini ada jin yg mengganggu kesehatan kami, menggangu kami dg sakit tulang ini…Ya Allah kami mohon keluarkan mereka dari tubuh kami….keluarkan mereka dari tulang kami”.

“Wahai Jin yg ada di tulang kami. Silahkan keluar, dari tubuh kami…keluar dari raga kami…ukhruj ya ‘aduwallah”.

Kemudian di bacakan surat2 sbb:
Alfathihah
AlIkhlash
Al Falaq
Annas
Almulk 1-5
Ayat Kursiy

Ahmad pun muntah2 dahsyat.

Doa tadi kami ulang2…dan Ahmad mengikuti dg penuh penghayatan.

Setelah reaksi muntahnya selesai, ahmad merasakan ada sesuatu yg lepas dari dirinya. Dan Alhamdulillah dia sudah tidak merasakan linu2 lagi.

Dia pun mencoba utk bangkit dan bediri. Seraya mengucapkan ” Alhamdulillah” berulang2. Dan diapun bediri serta berjalan kembali seperti sediakala.

Rasa haru dan bahagia terbersit di wajah ahmad dan kawan2nya. Yang ternyata mulai dari awal hingga akhir proses ruqyah ahmad di temani oleh kawan2nya sesama penghafal Qur’an, utk memberikannya dukungan.

Kanker adalah makhluq Allah yg dapat bekerja pada siapa saja. Jika kita meminta kpd Allah agar sel kanker lepas dari diri kita. Maka in syaa Allah dg mudahnya akan di hilangkan semua sakit kanker jenis apapun. Asalkan dalam meminta, kita sungguh2 dan tidak ada satupun yg dapat menahan do’a. Salah satu yg menahan doa adalah sampah di hati kita.

Terakhir saya meminta ahmad utk memeriksakan kembali penyakit kanker tulangnya, ke rumah sakit yg menyatakan dia sakit kanker utk pertama kalinya, agar dapat di ketahui hasil akhirnya.

Bagi ahmad dg dapat berdiri kembali dan dapat berjalan adalah karunia terbesar dari Allah karena dg nikmat itu dia dapat kembali ke masjid utk Sholat dan menghafal Alqur’an lagi. Sungguh sebuah pengharapan yg sangat sederhana sekali.

Semoga Allah memberikan kesembuhan utk ahmad dg kesembuhan yg sempurna…aamiin

Nasihat utk saya peribadi dan kpd saudaraku semua, mari kita melangkahkan kaki kita ke masjid selagi masih bisa. Jika saat kita masih mampu tapi tidak melangkahkan kaki ke masjid, pasti suatu saat kita akan di gotong ke masjid.

Wassalamu’alaikum

Silahkan utk membagikan kisah ini, semoga ada pahala yg mengalir pada setiap kebaikan yg di sebarkan.
*(Copas)*