Keutamaan Surat Al Baqarah

*” Dahsyatnya Surat Al-Baqarah “*

Surat al-Baqarah adalah surat kedua urutannya setelah surat al-Fatihah dalam jajaran Mushhaf al-Qur’an. Semua ayat yang ada dalam surat al-Baqarah turun setelah Rasulullah hijrah dari Mekkah ke Madinah (turun di Madinah), kecuali ayat 281 yang turun di Mina ketika Rasulullah berhaji Wada’ (perpisahan), sehingga para ulama’ mengkategorikan surat al-Baqarah sebagai surat Madaniyah. Imam ‘Ikrimah berkata, “Surat yang pertama kali turun di Madinah adalah surat al-Baqarah.” (Kitab Asbabun Nuzul lil Wahidi an-Naisaburi: 11).

Surat al-Baqarah terdiri dari 286 ayat, ia adalah surat yang paling panjang di antara surat-surat lainnya. Dan di dalamnya ada ayat yang paling panjang dibanding ayat-ayat lain yang ada dalam al-Qur’an, yaitu ayat ke-281. Di dalamnya juga ada ayat yang sangat ‘ditakuti’ syetan, yaitu ayat Kursi, ayat ke-255. Di penutupan surat al-Baqarah adalah dua ayat yang sangat kuat untuk memprotek kita dari segala macam kejahatan malam, yaitu ayat ke-285-286). Rasulullah menyebut surat ini sebagai ‘Sanamul Qur’an’ (Punuk/ puncak al-Qur’an).

Kandungan surat al-Baqarah

Surat ini di namakan surat al-Baqarah karena di dalamnya ada kisah ‘al-Baqarah’ (seekor sapi). Yang menceritakan perintah Allah kepada nabi Musa untuk kaum Bani Israil agar menyembelih seekor sapi untuk menyingkap kasus pembunuhan yang pelakunya masih misteri. Setelah mereka menyembelih sapi tersebut, mereka disuruh memukul mayat si korban pembunuhan dengan salah satu bagian anggota tubuh sapi, dan hiduplah kembali korban tersebut dengan izin Allah, sehingga dia bisa memberitahu kepada khalayak tentang siapa pembunuhnya. Sungguh merupakan kisah detektif yang luar biasa, sarat nilai mukjizat.

Surat al-Baqarah mengandung banyak hukum-hukum dalam syari’at Islam. Misalnya; hukum qisas, perkara yang halal dan yang haram, hukum arak dan judi, hukum riba, hutang piutang, wasiat kepada dua orang tua dan kaum kerabat, hukum sumpah, hukum sihir, hukum merubah kitab-kitab Allah, hukum haidh, ‘iddah, thalaq, khulu’, ilaa’ dan hukum susuan, hukum melamar, memberi mahar, larangan mengawini wanita musyrik, hukum berperang. Dan surat ini juga mengandung perintah. Seperti; mengerjakan shalat, menunaikan zakat, berpuasa, melaksanakan haji dan umrah, bernafkah di jalan Allah, menyantuni anak yatim, menjaga dan menyampaikan amanah, dan yang lainnya.

Fadhilah Surat al-Baqarah

Keutamaan (Fadhilah) surat al-Baqarah sangat banyak sekali. Siapa yang membaca, memahami dan mengamalkannya akan mendapatkan limpahan berkah, pahala dan keutamaan yang tiada taranya dari Allah. Di samping pahala yang banyak yang bisa kita dapatkan, surat al-Baqarah juga merupakan senjata yang sangat ampuh bagi kita untuk menghadapi musuh utama (Iblis dan bala tentaranya) bila kita membacanya. Sehingga pantaslah Rasulullah menyatakan bahwa orang yang meninggalkan surat al-Baqarah dalam hidupnya, maka ia pasti dalam kerugian. Apa saja keutamaan surat al-Baqarah? Mari kita simak dengan seksama.

Rasulullah berpesan kepada kita semua, “Bacalah surat al-Baqarah, karena membacanya merupakan keberkahan dan meninggalkannya adalah penyesalan (kerugian), dan para tukang sihir tak akan mampu membahayakan (pembaca) nya.”. (HR. Muslim).

Abu Hurairah berkata, “Rasulullah SAW pernah mengutus utusan yang banyak jumlahnya, lalu beliau memilih pemimpin di antara mereka dengan cara undian. Dikumpulkanlah beberapa orang yang punya hafalan dari al-Qur’an. Dari undian itu, terpilihlah seseorang yang paling muda umurnya. Rasulullah bertanya kepadanya, “Surat apa saja yang kamu hafal? Dia menjawab, “Saya hafal surat ini dan itu serta surat al-Baqarah.” Beliau menegaskan, “Kamu hafal surat al-Baqarah?” “Ya”, jawabnya. Lalu beliau bersabda, “Kalau begitu, berangkatlah kalian dan kamulah pemimpin mereka.” (HR. Tirmidzi dan ia menghasankannya).

Al-Baqarah untuk Penjagaan

Abu Hurairah berkata: Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah kalian menjadikan rumah laksana kuburan, karena sesungguhnya rumah yang di dalamnya dibacakan surat al-Baqarah tidak akan dimasuki syetan.” (HR. Tirmidzi, dan ia menyatakan hadits ini hasan shahih).

Abu Mas’ud al-Anshari berkata: Rasulullah bersabda, “Barangsiapa membaca dua ayat terakhir dari surat al-Baqarah di malam hari, maka cukuplah baginya untuk melindungi (dari marabahaya).” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam riwayat lain, Rasulullah membenarkan pernyataan penampakan syetan yang disampaikan ke Abu Hurairah, “Apabila kamu merebahkan diri di pembaringan, maka bacalah ayat Kursi. Karena dengan begitu malaikat Allah akan senantiasa menjagamu, dan syetan tidak akan mendekatimu sampai pagi.” (HR. Bukhari).

Al-Baqarah untuk Pengusiran

Abu Hurairah berkata: Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah kalian menjadikan rumah laksana kuburan, karena sesungguhnya syetan akan lari (kabur) dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat al-Baqarah.” (HR. Muslim).
‘Abdullah bin Mas’ud, ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Semoga aku tidak mendapatkan salah seorang di antara kalian meletakkan salah satu kakinya di atas kakinya yang lain, sambil bernyanyi dan meninggalkan surat al-Baqarah tanpa membacanya. Sesungguhnya syetan akan lari dari rumah yang dalamnya dibacakan surat al-Baqarah. Sesungguhnya rumah yang kosong adalah rumah yang hampa dari kitab Allah (al-Quran).” (HR. an-Nasai).
Abu Hurairah berkata: Rasulullah saw. bersabda, “Dalam surat al-baqarah ada ayat yang dinamakan tuan (penghulu) ayat al-Qur’an, yaitu ayat Kursi. Tidaklah ayat itu dibaca di dalam rumah yang ada syetannya (jin pengganggu), kecuali syetan itu akan keluar darinya.” (HR. Hakim dan ia menshahihkannya).

Al-Baqarah untuk Penyembuhan

Ubay bin Ka’ab berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah, lalu datanglah orang Badui dan berkata, “Wahai Nabi Allah, aku punya saudara laki-laki yang sedang sakit.” Beliau bertanya, “Apa sakitnya?” Dia menjawab, “Linglung (gila)”. Beliau bersabda, “Bawa dia kemari”. Lalu ia dibawa ke hadapan Rasulullah. Dan Rasulullah meruqyahnya dengan membaca al-Fatihah, empat ayat pertama dari surat al-Baqarah, dua ayat 163 dan 164, ayat Kursi, tiga ayat di akhir surat al-Baqarah, ayat 18 dari surat Ali Imran, ayat 54 dari surat al-A’raf, 4 ayat di akhir surat al-Mukminun, 3 ayat dari surat al-Jin, 10 ayat di awal surat as-Shaffat, 3 ayat di akhir surat al-Hasyr, surat al-Ikhlas, al-Mu’awwidzatain (surat al-Falaq dan an-Nas). Lalu berdirilah laki-laki yang sakit tadi, seakan ia tidak mengalami sakit apapun (dalam keadaan sehat).” (HR. Ahmad).

Penutup

Islam agama yang sempurna. Semua hal yang kita butuhkan dalam hidup ini untuk menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat ada. Allah telah mengajarkannya kepada kita melalui Rasul-Nya. Termasuk untuk menghadapi bahaya dan kejahatan syetan (jin pengganggu). Salah satunya adalah dengan membaca surat al-Baqarah.

Dewasa ini banyak ummat Islam justru mengabaikan ajaran Rasulullah ini, beralih ke ajaran dukun (orang pinter dan paranormal). Untuk menghadapi kejahatan syetan, mereka lebih percaya pada dukun, yang notabene telah diharamkan dalam Islam karena sarat penyimpangan dan kesyirikan. Bahkan terkadang mereka harus bayar puluhan juta rupiah untuk memanggil dukun guna mengusir jin jahat dari dalam rumah, atau memburu mereka dan memasukkannya ke botol. Ironis memang, sesat mau bayar mahal. Kalau infaq di jalan Allah (sedekah) sedikit.

Semoga kita dan keluarga tercinta selalu dilindungi Allah dari berbagai macam gangguan syetan. Dan jika di antara mereka ada yang sakit atau dalam gangguan syetan, semoga Allah segera menyembuhkannya. Mari kita ikuti perintah Allah dan sunnah Rasul-Nya, agar syetan menjauh dari kehidupan kita semua.

Wallohu ‘alam.

Keutamaan dan keagungan surat Al-Baqarah dan Ali Imran

Bagi para penuntut ilmu yang tidak menghapal seluruh AlQur’an maka hendaknya menghapal 2 surat ini, karena pahala dan kandungan hukum yang begitu banyak pada keduanya

Surat al-Baqarah adalah surat kedua urutannya setelah surat al-Fatihah dalam jajaran Mushhaf al-Qur’an. Semua ayat yang ada dalam surat al-Baqarah turun setelah Rasulullah hijrah dari Mekkah ke Madinah (turun di Madinah), kecuali ayat 281 yang turun di Mina ketika Rasulullah berhaji Wada’ (perpisahan), sehingga para ulama’ mengkategorikan surat al-Baqarah sebagai surat Madaniyah. Imam ‘Ikrimah berkata, “Surat yang pertama kali turun di Madinah adalah surat al-Baqarah.” (Kitab Asbabun Nuzul lil Wahidi an-Naisaburi: 11). [hhttp://almanar.co.id/takiyatun-nafs/dahsyatnya-surat-al-baqarah.html#]

Keutamaan kedua surat tersebut adalah sebagai berikut:

Salah satu dari tujuh surah terpanjang yang menempati kedudukan Taurat

Dari Watsilah bin Al-Asqa’ radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

” أُعْطِيتُ مَكَانَ التَّوْرَاةِ السَّبْعَ، وَأُعْطِيتُ مَكَانَ الزَّبُورِ الْمَئِينَ ، وَأُعْطِيتُ مَكَانَ الْإِنْجِيلِ الْمَثَانِيَ ، وَفُضِّلْتُ بِالْمُفَصَّلِ ” [مسند أحمد: صححه الألباني]

“Aku diberi As-Sab’ (tujuh surah terpanjang dalam Al-Qur’an) sebagai pengganti Taurat, dan aku diberi Al-Maiin (surah-surah yang jumlah ayatnya seratus atau mendekati) sebagai pengganti Zabur, dan aku diberi Al-Matsaniy (surah-surah antara Al-Maiin dan Al-Mufashshal) sebagai pengganti Injil, dan aku diberi kelebihan dengan Al-Mufashshal (surah Qaaf sampai surah An-Naas)”. [Musnad Ahmad: Sahih]

Tujuh surah yang terpanjang dalam Al-Qur’an: Al-Baqarah, Ali ‘Imran, An-Nisaa’, Al-Maidah, Al-An’aam, Al-A’raaf, dan Yunus.

Menghafalnya lebih baik

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

” مَنْ أَخَذَ السَّبْعَ الْأُوَلَ مِنَ الْقُرْآنِ، فَهُوَ حَبْرٌ ” [مسند أحمد: حسنه الألباني]

“Barangsiapa yang menghafal tujuh surah terpanjang dari Al-Qur’an maka itu lebih baik”. [Musnad Ahmad: Hasan]

Dan 3. Terdapat nama Allah yang paling agung, jika dipakai berdo’a maka akan dikabulkan

Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:

” اسْمُ اللهِ الْأَعْظَمُ الَّذِي إذَا دُعِيَ بِهِ أَجَابَ فِي سُوَرٍ ثَلَاثٍ الْبَقَرَةِ وَآلِ عِمْرَانَ وَطه ” [شرح مشكل الآثار: حسنه الألباني]

“Nama Allah yang paling agung yang jika dipakai berdo’a maka akan dikabulkan ada di tiga surah: Al-Baqarah, Ali ‘Imran, dan Thahaa”. [Syarh Musykil Al-Atsaar: Hasan]

Dari Asma’ binti Yaziid radhiyallahu ‘anha; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

” اسْمُ اللَّهِ الْأَعْظَمُ فِي هَاتَيْنِ الْآيَتَيْنِ {وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ} [البقرة: 163]، وَفَاتِحَةِ سُورَةِ آلِ عِمْرَانَ: {الم اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ} [آل عمران: 2] ” [سنن أبي داود: حسنه الألباني]

“Nama Allah yang paling agung ada di dua ayat ini: “Dan Tuhanmu adalah Tuhan yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan dia yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”(Al-Baqarah:163), dan pada pembukaan surah Ali Imran: “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya” (Ali Imran:2). [Sunan Abu Daud: Hasan]

dan 5. Yang menghafalnya akan memeroleh kedudukan yang tinggi dan berhak menjadi pemimpin

Anas radhiyallahu ‘anhu berkata:

كَانَ الرَّجُلُ إِذَا قَرَأَ: الْبَقَرَةَ، وَآلَ عِمْرَانَ، جَدَّ فِينَا – يَعْنِي عَظُمَ [مسند أحمد: صحيح]

Dulu jika seseorang menghafal surah Al-Baqarah dan Ali Imran maka ia sangat mulia di sisi kami. [Musnad Ahmad: Sahih]

Usman bin Abi Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhu berkata:

استعملني رسول الله صلى الله عليه وسلم وأنا أصغر الستة الذين وفدوا عليه من ثقيف ، وذلك أني كنت قرأت سورة البقرة [دلائل النبوة للبيهقي: حسن]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikanku pemimpin padahal aku adalah yang paling muda dari enam orang yang menemui Rasulullah dari kaum Tsaqiif. Itu karena sesungguhnya aku telah menghafal surah Al-Baqarah. [Dalail An-Nubuwah karya Al-Baihaqiy: Hasan]

Berkah; 7. Pelindung dan pembela di hari kiamat; 8. Penangkal sihir

Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:

«اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ، اقْرَءُوا الزَّهْرَاوَيْنِ الْبَقَرَةَ، وَسُورَةَ آلِ عِمْرَانَ، فَإِنَّهُمَا تَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ، أَوْ كَأَنَّهُمَا غَيَايَتَانِ، أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ، تُحَاجَّانِ عَنْ أَصْحَابِهِمَا، اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ، فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ، وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ، وَلَا تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ». [صحيح مسلم]

“Bacalah Al-Qur’an karena ia datang di hari kiamat sebagai pembela bagi yang membacanya. Bacalah Az-Zahrawain (dua cahaya) yaitu surah Al-Baqarah dan Ali ‘Imran, karena keduanya datang di hari kiamat seperti dua awan putih atau dua naungan atau dua kerumunan burung sebagai pembela bagi yang membacanya. Bacalah surah Al-Baqarah, karena membacanya adalah berkah, meninggalkannya adalah kerugian, dan tidak mampu dilawan oleh penyihir“. [Sahih Muslim, no. 1337]

Dari An-Nawwas bin Sam’aan Al-Kilaabiy radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«يُؤْتَى بِالْقُرْآنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَهْلِهِ الَّذِينَ كَانُوا يَعْمَلُونَ بِهِ تَقْدُمُهُ سُورَةُ الْبَقَرَةِ، وَآلُ عِمْرَانَ»

“Al-Qur’an didatangkan pada hari kiamat bersama orang-orang yang mengamalkannya di dunia didahului oleh surah Al-Baqarah dan Ali ‘Imran“

An-Nawwas berkata: Dan Rasulullah memberi tiga perumpamaan yang aku belum lupa, Rasulullah bersabda:

«كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ، أَوْ ظُلَّتَانِ سَوْدَاوَانِ بَيْنَهُمَا شَرْقٌ، أَوْ كَأَنَّهُمَا حِزْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ، تُحَاجَّانِ عَنْ صَاحِبِهِمَا» [صحيح مسلم]

“Keduanya seperti dua awan putih atau dua naungan hitam diantara keduanya ada cahaya, atau keduanya seperti dua kerumunan burung yang melebarkan sayapnya, keduanya datang membela orang yang mengamalkannya“. [Sahih Muslim, no. 1338]

Dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

” تَعَلَّمُوا الْبَقَرَةَ ؛ فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ، وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ، وَلَا يَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ . تَعَلَّمُوا الْبَقَرَةَ، وَآلَ عِمْرَانَ ؛ فَإِنَّهُمَا هُمَا الزَّهْرَاوَانِ يَجِيئَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ غَيَايَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ تُجَادِلَانِ عَنْ صَاحِبِهِمَا ” [مسند أحمد: صحيح]

“Pelajarilah surah Al-Baqarah, karena menguasainya adalah berkah dan meninggalkannya adalah kerugian, dan tidak mampu dilawan oleh penyihir. Pelajarilah surah Al-Baqarah dan Ali ‘Imran, karena keduanya adalah cahaya yang datang di hari kiamat, keduanya seperti dua awan putih atau dua naungan atau keduanya seperti kumpulan burung yang berkumpul membentangkan sayap, keduanya membela orang yang menguasai kedua surah itu“. [Diriwayatkan oleh Ahmad (hadis no. 21872 dan 21897) serta ad-Darimi (hadis no. 3257 : Sahih] [hhttp://umar-arrahimy.blogspot.co.id/2013/02/keutamaan-surah-al-baqarah.html]

Adapun khusus terkait Surat Ali ‘Imran, disunnahkan membaca ayat ke: 190-200 pada saat bangun tidur (HR. Bukhari dalam Fathul Bari: VIII/237 dan Muslim: I/530) [hhttp://www.loveislam.co.vu/2015/04/keutamaan-ayat-ayat-al-quran-yang.html]

Al-Baqarah secara terpisah

Banyak dalil yang menyebutkan keutamaan Surat Al-Baqarah secara terpisah. Keutamaan-keutamaan tersebut antara lain sebagai berikut:

Malaikat turun mendengarkan

Dari Usaid bin Hudhair radhiyallahu ‘anhu; Ketika ia membaca surah Al-Baqarah di suatu malam tiba-tiba kuda yang terikat di sampingnya bergerak. Maka ia diam dan kudanya pun diam. Kemudian ia membaca lagi dan kudanya bergerak lagi, lalu ia diam dan kudanya pun diam lagi. Kemudian ia membaca lagi dan kudanya bergerak lagi maka ia beranjak. Dan saat itu anaknya yang bernama Yahya dekat darinya dan ia khawatir akan mengenainya. Ketika ia memindahkan anaknya ia mengangkat kepalanya ke langit sampai ia tidak melihatnya. Pada pagi harinya ia menceritakan kejadian tersebut kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan Rasulullah berkata:

اقْرَأْ يَا ابْنَ حُضَيْرٍ، اقْرَأْ يَا ابْنَ حُضَيْرٍ،

“Bacalah wahai Ibnu Hudhair, bacalah wahai Ibnu Hudhair”

Usaid bekata: Aku khawatir ya Rasulullah kuda itu akan menginjak Yahya karena ia dekat darinya, lalu aku mengankat kepala ke langit dan aku beranjak menujunya, kemudian aku mengangkat kepala ke langit dan aku melihat seperti naungan yang ada seperti lampu, lalu aku keluar sampai aku tidak melihatnya lagi.

Rasulullah berkata:

«وَتَدْرِي مَا ذَاكَ؟»

“Tahukah kamu apa itu?”

Usaid menjawab: Tidak!

Rasulullah bersabda:

«تِلْكَ المَلاَئِكَةُ دَنَتْ لِصَوْتِكَ، وَلَوْ قَرَأْتَ لَأَصْبَحَتْ يَنْظُرُ النَّاسُ إِلَيْهَا، لاَ تَتَوَارَى مِنْهُمْ» [صحيح البخاري ومسلم]

“Itu adalah malaikat yang turun untuk mendengar suaramu, dan seandainya engkau membacanya terus maka orang-orang akan melihatnya di pagi hari dan tidak terhalang dari mereka” (Sahih Bukhari dan Muslim) [hhttp://umar-arrahimy.blogspot.co.id/2013/02/keutamaan-surah-al-baqarah.html]

Pengusir setan

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ وَهُوَ ابْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْقَارِيُّ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنْ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’iid, telah menceritakan kepada kami Ya’quub -dia adalah Ibnu ‘Abdurrahman Al-Qaariy-, dari Suhail, dari Ayahnya, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan, sesungguhnya syetan lari dari rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah di dalamnya.” [Shahiih Muslim no. 782; Sunan Abu Daawud no. 2042; Jaami’ At-Tirmidziy no. 2877; Musnad Ahmad no. 7762] (hhttps://muhandisun.wordpress.com/2013/08/04/hadits-hadits-shahih-dan-hasan-keutamaan-beberapa-surat-al-quran/)

Puncak Al-Qur’an

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:

«إِنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ سَنَامًا وَسَنَامُ الْقُرْآنِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ، وَإِنَّ الشَّيْطَانَ إِذَا سَمِعَ سُورَةَ الْبَقَرَةِ تُقْرَأُ خَرَجَ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي يُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ» [المستدرك على الصحيحين للحاكم: حسنه الألباني]

“Sesungguhnya segala sesuatu punya puncak, dan puncak Al-Qur’an adalah surah Al-Baqarah, dan sesungguhnya setan jika mendengar surah Al-Baqarah dibaca maka ia akan keluar dari rumah yang dibaca di dalamnya surah Al Baqarah”. [Mustadrak Al-Hakim: Hasan]

Video terkait keutamaan membaca Surat Al-Baqarah secara umum, misalnya: hhttps://www.youtube.com/watch?v=Rdb94AUteIw

Di dalam surat Al-Baqarah juga terdapat Ayat Al-Kursiy (Al-Baqarah ayat 255) dan 2 ayat terakhir yang mempunyai keutamaan sangat banyak.

Berikut ini adalah keutamaan-keutamaan Ayat Al-Kursiy (Al-Baqarah ayat 255)

Ayat yang paling agung karena mengandung sifat-sifat Allah yang mulia

Dari Ubaiy bin Ka’b radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadanya:

«يَا أَبَا الْمُنْذِرِ، أَتَدْرِي أَيُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللهِ مَعَكَ أَعْظَمُ؟»

“Wahai Abu Al-Mundzir, apakah kamu tahu ayat apa dari kitabullah yang kamu hafal yang paling agung?”

Ubaiy menjawab: Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.

Rasulullah beratanya lagi:

«يَا أَبَا الْمُنْذِرِ أَتَدْرِي أَيُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللهِ مَعَكَ أَعْظَمُ؟»

“Wahai Abu Al-Mundzir, apakah kamu tahu ayat apa dari kitabullah yang kamu hafal yang paling agung?”

Ubaiy menjawab:

{اللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ} [البقرة: 255]

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya) … [Al-Baqarah:255]

Maka Rasulullah menepuk dada Ubaiy dan berkata:

«وَاللهِ لِيَهْنِكَ الْعِلْمُ أَبَا الْمُنْذِرِ» [صحيح مسلم]

“Demi Allah, Allah memudahkan ilmu untukmu wahai Abu Al-Mundzir”. [Sahih Muslim]

Dalam riwayat lain:

” لِيَهْنِكَ الْعِلْمُ أَبَا الْمُنْذِرِ، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّ لَهَا لِسَانًا وَشَفَتَيْنِ تُقَدِّسُ الْمَلِكَ عِنْدَ سَاقِ الْعَرْشِ ” [مسند أحمد: صحيح]

“Semoga ilmu dimudahkan untukmu wahai Abu Al-Mundzir, dan demi jiwaku di tangan-Nya sesungguhnya ayat itu memiliki lidah dan dua bibir senantiasa mensucikan Allah di kaki Al-‘Arsy“. [Musnad Ahmad: Sahih]

Dari Ibnu Al-Asqa’ radhiyallahu ‘anhu; Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi suffah (tempat orang miskin) kaum Muhajirin, lalu seorang menanyai Rasulullah: Ayat apa dalam Al-Qur’an yang paling agung?

Rasulullah menjawab:

” {اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ} [البقرة: 255] ” [سنن أبي داود: صححه الألباني]

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur …”. [Al-Baqarah:255] [Sunan Abu Daud: Sahih]

[hhttp://umar-arrahimy.blogspot.co.id/2013/02/keutamaan-surah-al-baqarah.html]

Syaikh As-Sa’di rahimahullah menjelaskan (Tafsir Karimir Rahman, Syaikh As-Sa’di, Tafsir Al-Baqarah 255) bahwa ayat yang mulia ini merupakan ayat Al-Qur-an yang paling agung, paling utama, dan paling mulia. Hal ini karena ayat ini mengandung penjelasan perkara-perkara yang agung dan sifat-sifat Allah yang mulia. (hhttp://www.loveislam.co.vu/2015/04/keutamaan-ayat-ayat-al-quran-yang.html)

Baca ayat Al-Kursiy setelah salat fardhu penyebab masuk surga

أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ بِشْرٍ، بِطَرَسُوسَ، كَتَبْنَا عَنْهُ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حِمْيَرٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ زِيَادٍ، عَنْ أَبِي أُمَامَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: ” مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلاةٍ مَكْتُوبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُولِ الْجَنَّةِ إِلا أَنْ يَمُوتَ

Telah mengkhabarkan kepada kami Al-Husain bin Bisyr -di Tharsus, kami mencatat darinya-, ia berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Himyar, ia berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ziyaad, dari Abu Umaamah -radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang membaca ayat Kursi pada tiap akhir shalat wajib maka tidak ada yang menghalanginya memasuki surga kecuali kematian.” [Sunan An-Nasaa’iy Al-Kubraa no. 9848] Dihasankan oleh Syaikh Muqbil Al-Waadi’iy rahimahullah dalam Shahiihul Musnad no. 478, dan Al-Haafizh Ibnu Hajar Al-‘Asqalaaniy rahimahullah dalam Nataa’ijul Ifkaar 2/294.

Baca ayat Al-Kursiy sebelum tidur terjaga dari setan

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu; Setan berkata kepadanya:

إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الكُرْسِيِّ، لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ، وَلاَ يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ

Jika kamu beranjak ke tempat tidurmu maka bacalah ayat Al-Kursiy, karena kamu akan selalu mendapat penjagaan dari Allah, dan syaitan tidak akan mendekatimu sampai pagi.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Abu Hurairah:

«صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوبٌ ذَاكَ شَيْطَانٌ» [صحيح البخاري]

“Ia jujur kepadamu dan ia adalah pembohong, dia itu adalah setan”. (Sahih Bukhari dalam Fathul Bari (IV/487)) [hhttp://umar-arrahimy.blogspot.co.id/2013/02/keutamaan-surah-al-baqarah.html]

Selain itu, juga disunnahkan membaca ayat kursi pada pagi & sore(HR. Al-Hakim (I/562). Dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib (I/273), dinisbatkan kepada An-Nasa’i dan Ath-Thabrani. Beliau berkata: “Sanad Ath-Thabrani bagus”)), dan setelah shalat fardhu (HR. Thabrani no 7532, dinyatakan shahih oleh Al-Albani)

Adapun keutamaan dua ayat terakhir Al-Baqarah adalah sebagai berikut:

15. Dan 16. Merupakan Cahaya dan Diberi atas do’a yang terkandung dalam 2 ayat tersebut

Ibnu Abbas radiyallahu ‘anhuma berkata: Ketika Jibril ‘alaihissalam duduk di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia mendengar suara dari atas lalu mengangkat kepalanya dan berkata:

” هَذَا بَابٌ مِنَ السَّمَاءِ فُتِحَ الْيَوْمَ لَمْ يُفْتَحْ قَطُّ إِلَّا الْيَوْمَ “

“Ini adalah suara pintu langit yang dibuka hari ini dan tidak akan dibuka selamanya kecuali hari ini”.

Kemudian turun malaikat, lalu Jibril berkata:

” هَذَا مَلَكٌ نَزَلَ إِلَى الْأَرْضِ لَمْ يَنْزِلْ قَطُّ إِلَّا الْيَوْمَ “

“Ini adalah malaikat yang turun ke bumi dan tidak akan turun kecuali hari ini!”

Lalu malaikat itu memberi salam dan berkata:

” أَبْشِرْ بِنُورَيْنِ أُوتِيتَهُمَا لَمْ يُؤْتَهُمَا نَبِيٌّ قَبْلَكَ: فَاتِحَةُ الْكِتَابِ، وَخَوَاتِيمُ سُورَةِ الْبَقَرَةِ، لَنْ تَقْرَأَ بِحَرْفٍ مِنْهُمَا إِلَّا أُعْطِيتَهُ ” [صحيح مسلم]

“Bergembiralah dengan dua cahaya yang diberikan kepadamu yang tidak diberikan kepada nabi sebelum kamu: Surah Al-Fatihah dan penutup (akhir) surah Al-Baqarah, kamu tidak membacanya kecuali engkau akan diberi (atas do’a yang terkandung dalam ayat-ayat-nya)“. [Sahih Muslim]

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dituruni ayat:

{لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللهُ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَاللهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ} [البقرة: 284]

Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehandaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. [Al-Baqarah:284]

Ayat ini terasa berat bagi sahabat Rasulullah maka mereka mendatangi Rasulullah kemudian belutut dan berkata: Ya Rasulullah kami telah dibebani dengan amalan yang kami mampu seperti salat, puasa, jihad, dan sedekah. Dan engkau telah dituruni ayat ini yang kami tidak mampu menjalankannya.

Rasulullah bersabda:

” أَتُرِيدُونَ أَنْ تَقُولُوا كَمَا قَالَ أَهْلُ الْكِتَابَيْنِ مِنْ قَبْلِكُمْ سَمِعْنَا وَعَصَيْنَا؟ بَلْ قُولُوا: سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ “

Apakah kalian mau mengatakan seperti yang dikatakan oleh umat dua kitab (taurat dan injil) sebelum kalian “kami dengar dan kami membangkang”? Akan tetapi katakanlah:“Kami dengar dan kami taat.” (mereka berdoa): “Ampunilah kami Ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.”

Mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat.” (mereka berdoa): “Ampunilah kami Ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.”

Setelah mereka menerimanya dan terus mengucapkannya maka Allah menurunkan setelahnya ayat:

{آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ} [البقرة: 285]

Rasul Telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat.” (mereka berdoa): “Ampunilah kami Ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.” [Al-Baqarah:285]

Setelah mereka melakukan itu, Allah menasakh (menghapuskan hukum) ayat sebelumnya kemudian Allah ‘azza wa jalla menurunkan ayat:

{لَا يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا} [البقرة: 286] ” قَالَ: نَعَمْ “

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah“. [Al-Baqarah:286]

Allah berfirman: “Iya aku kabulkan”.

{رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا} [البقرة: 286] ” قَالَ: نَعَمْ “

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami“. [Al-Baqarah:286]

Allah berfirman: “Iya aku kabulkan”.

{رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ} [البقرة: 286] ” قَالَ: نَعَمْ “

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya“. [Al-Baqarah:286]

Allah berfirman: “Iya aku kabulkan”.

{وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ} [البقرة: 286] ” قَالَ: نَعَمْ ” [صحيح مسلم]

“Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” [Al-Baqarah:286]

Allah berfirman: “Iya aku kabulkan”. [Sahih Muslim]

17. Diberi pada malam mi’raj ke langit

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata:

” فَأُعْطِيَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثًا: أُعْطِيَ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسَ، وَأُعْطِيَ خَوَاتِيمَ سُورَةِ الْبَقَرَةِ، وَغُفِرَ لِمَنْ لَمْ يُشْرِكْ بِاللهِ مِنْ أُمَّتِهِ شَيْئًا، الْمُقْحِمَاتُ ” [صحيح مسلم]

Pada saat mi’raj di sidratul muntaha Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi tiga hal: Ia diberi salat lima waktu, penutup surah Al-Baqarah, dan diampuni dosa-dosa umatnya yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun. [Sahih Muslim]

18. Rumah dari harta terpendam di bawah Al-Arsy

Dari Abu Dzar dan Hudzaifah radhiyallahu ‘anhuma; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“أُعْطِيتُ خَوَاتِيمَ سُورَةِ الْبَقَرَةِ مِنْ كَنْزٍ تَحْتَ الْعَرْشِ، وَلَمْ يُعْطَهُنَّ نَبِيٌّ قَبْلِي ” [مسند أحمد: صححه الألباني]

“Aku diberi penutup surah Al-Baqarah (ayat 285-286) dari harta terpendam di bawah Al-Arsy yang tidak diberikan kepada nabi sebelumku”. [Musnad Ahmad: Sahih] [http://umar-arrahimy.blogspot.co.id/2013/02/keutamaan-surah-al-baqarah.html]

19. Setan menjauh dari rumah yang dibacakan di dalamnya penutup surah Al-Baqarah tiga malam

Berdasarkan hadits:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ أَشْعَثَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْجَرْمِيِّ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي الْأَشْعَثِ الْجَرْمِيِّ عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ كِتَابًا قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ بِأَلْفَيْ عَامٍ أَنْزَلَ مِنْهُ آيَتَيْنِ خَتَمَ بِهِمَا سُورَةَ الْبَقَرَةِ وَلَا يُقْرَأَانِ فِي دَارٍ ثَلَاثَ لَيَالٍ فَيَقْرَبُهَا شَيْطَانٌ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyaar, telah menceritakan kepada kami ‘Abdurrahman bin Mahdiy, telah menceritakan kepada kami Hammaad bin Salamah, dari Asy’ats bin ‘Abdurrahman Al-Jarmiy, dari Abu Qilaabah, dari Abul Asy’ats Al-Jarmiy, dari An-Nu’maan bin Basyiir -radhiyallahu ‘anhu-, dari Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah telah menulis kitab sejak dua ribu tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumi, Allah menurunkan darinya dua ayat yang menjadi penutup surat Al-Baqarah. Tidaklah keduanya dibaca di dalam rumah selama tiga malam kemudian syetan berani mendekatinya.” [Jaami’ At-Tirmidziy no. 2882; Musnad Ahmad no. 17947; Sunan Ad-Daarimiy no. 3387] – Hasan. Dihasankan Al-Haafizh Ibnu Hajar Al-‘Asqalaaniy dalam Nataa’ijul Ifkaar 3/275 serta dishahihkan Syaikh Al-Albaaniy dalam Shahiih At-Targhiib no. 1467.

20. Diberikan kecukupan

Berdasarkan hadits:

حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
مَنْ قَرَأَ بِالْآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ

Telah menceritakan kepada kami Abu Nu’aim, telah menceritakan kepada kami Sufyaan, dari Manshuur, dari Ibraahiim, dari ‘Abdurrahman bin Yaziid, dari Abu Mas’ud -radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata, Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah dalam suatu malam, kedua ayat itu telah mencukupinya.” [Shahiih Al-Bukhaariy no. 5010] (https://muhandisun.wordpress.com/2013/08/04/hadits-hadits-shahih-dan-hasan-keutamaan-beberapa-surat-al-quran/)

Para ulama menyebutkan bahwa siapa yang membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah, maka Allah akan memberikan kecukupan baginya untuk urusan dunia dan akhiratnya, juga ia akan dijauhkan dari kejelekan. Ada juga ulama yang mengatakan bahwa dengan membaca ayat tersebut imannya akan diperbaharui karena di dalam ayat tersebut ada sikap pasrah kepada Allah Ta’ala. Ada juga ulama yang mengatakan bahwa ayat tersebut bisa sebagai pengganti dari berbagai dzikir karena di dalamnya sudah terdapat do’a untuk meminta kebaikan dunia dan akhirat. Lihat bahasan Prof. Dr. Musthafa Al-Bugha dalam Nuzhah Al-Muttaqin, hal. 400-401.

Al-Qadhi ‘Iyadh menyatakan bahwa makna hadits bisa jadi dengan membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah akan mencukupkan dari shalat malam. Atau orang yang membacanya dinilai menggantungkan hatinya pada Al-Qur’an. Atau bisa pula maknanya terlindungi dari gangguan setan dengan membaca ayat tersebut. Atau bisa jadi dengan membaca dua ayat tersebut akan mendapatkan pahala yang besar karena di dalamnya ada pelajaran tentang keimanan, kepasrahan diri, penghambaan pada Allah dan berisi pula do’a kebaikan dunia dan akhirat. (Ikmal Al-Mu’allim, 3: 176, dinukil dari Kunuz Riyadhis Sholihin, 13: 83).

Imam Nawawi sendiri menyatakan bahwa maksud dari memberi kecukupan padanya –menurut sebagian ulama- adalah ia sudah dicukupkan dari shalat malam. Maksudnya, itu sudah pengganti shalat malam. Ada juga ulama yang menyampaikan makna bahwa ia dijauhkan dari gangguan setan atau dijauhkan dari segala macam penyakit. Semua makna tersebut kata Imam Nawawi bisa memaknai maksud hadits. Lihat Syarh Shahih Muslim, 6: 83-84.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin menjelaskan tentang keutamaan dua ayat tersebut ketika dibaca di malam hari, “Ketahuilah para ikhwan sekalian, kedua ayat ini jika dibaca di malam hari, maka akan diberi kecukupan. Yang dimaksud diberi kecukupan di sini adalah dijaga dan diperintahkan oleh Allah, juga diperhatikan dalam do’a karena dalam ayat tersebut terdapat doa untuk maslahat dunia dan akhirat.” (Ahkam Al-Qur’an Al-Karim, 2: 540-541). [https://rumaysho.com/11085-keutamaan-membaca-dua-ayat-terakhir-surat-al-baqarah-pada-waktu-malam.html}

Keutamaan 2 ayat terakhir Surat Al-Baqarah juga dapat disimak di video: https://www.youtube.com/watch?v=Z6tsVY-4K2k dan https://www.youtube.com/watch?v=vIDHHayEZXQ

Penutup

Dengan menghafal, maka akan kita akan tersibukkan dalam membaca dan mengulang kedua surat tersebut, sehingga segudang faidah yang disebutkan berupa penjagaan dari setan, keberkahan, dan yang lainnya pun akan didapatkan. Sekali lagi kami ingatkan keutamaan menghafal Al-Qur’an secara umum:

Diriwayatkan oleh Tirmizi, no. 2914, Abu Dawud, no. 1464 dari Abdullah bin Amr radhiallahu anhu, dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda:

يقال لصاحب القرآن اقرأ وارتق ورتل كما كنت ترتل في الدنيا فإن منزلتك عند آخر آية تقرأ بها (والحديث صححه الألباني في السلسلة الصحيحة، 5/281 برقم، 2240)

“Dikatakan kepada pemilik Al-Qur’an: Bacalah dan mendakilah. Bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membaca dengan tartil di dunia. Karena kedudukanmu di akhir ayat yang engkau baca.” (Hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani dalam kitab As-silsilah As-Shahihah, 5/281 no. 2240)

“Ketahuilah bahwa maksud perkataan ‘Pemilik Al-Qur’an’ adalah orang yang hafal di luar kepada, sesuai dengan sabda Nabi sallallahu’alaihi wa sallam “Yang menjadi imam di suatu kaum adalah yang lebih banyak bacaannya terhadap Kitabullah.” Maksudnya yang paling banyak hafalannya.

Maka keutamaan derajat di surga sesuai dengan hafalan di dunia. Bukan sesuai dengan bacaan dan memperbanyak bacaan sebagaimana orang-orang mengiranya. Di dalamnya ada keutamaan yang jelas bagi penghafal Al-Qur’an. Akan tetapi dengan syarat menghafalnya karena Allah semata. Bukan karena dunia, dirham dan dinar. Kalau tidak, maka Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Kebanyakan munafik dari ummatku adalah orang yang ahli membaca (Al-Qur’an).” (https://islamqa.info/id/82219)

Keutamaan menghafal Al-Qur’an sudah diulas di:

Tips Menanamkan Kegemaran Menghafal Al-Qur’an pada Anak

Bagi yang menghafal surat Al-Baqarah dan Ali-Imran, akan memeroleh kedudukan yang sangat tinggi

Anas radhiyallahu ‘anhu berkata:

كَانَ الرَّجُلُ إِذَا قَرَأَ: الْبَقَرَةَ، وَآلَ عِمْرَانَ، جَدَّ فِينَا – يَعْنِي عَظُمَ [مسند أحمد: صحيح]

Dulu jika seseorang menghafal surah Al-Baqarah dan Ali Imran maka ia sangat mulia di sisi kami. [Musnad Ahmad: Sahih]

[http://umar-arrahimy.blogspot.co.id/2013/02/keutamaan-surah-al-baqarah.html]

Akan tetapi yang lebih penting dari itu adalah mengamalkan isi dari kedua surat tersebut dalam kehidupan sehari-hari, termasuk membacanya di waktu-waktu tertentu sebagaimana yang telah disebutkan. Wallahu a’lam. Semoga Bermanfaat

Semoga sholawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, beserta keluarganya, sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya dengan baik hingga hari kiamat.

Abu Muhammad

Palembang, 29 Rabi’ul Awwal 1438 H/ 28 Desember 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *